Kebanggan Memakai Batik Danar Hadi Solo

Kebanggan Memakai Batik Danar Hadi Solo

Batik merupakan kain dan pakaian yang mencerminkan Indonesia, dan bahkan sudah diakui UNESCO sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009. Dengan diakuinya batik sebagai sebuah warisan budaya Indonesia, masyarakat pun diharapkan semakin bangga memakai batik. Batik sendiri memiliki jenis dan corak yang beraneka ragam, mulai dari batik Yogyakarta, Solo, Cirebon, Madura, dan sebagainya. Hingga saat ini sudah banyak merek batik yang terkenal di tanah air. Salah satunya ialah Batik Danar Hadi Solo.

Sejarah Batik Danar Hadi

Usaha Batik Danar Hadi sudah berdiri sejak tahun 1967 oleh pasangan H. Santosa Doellah dan Hj. Danarsih Santosa. Nama Danar Hadi diambil dari nama Hj. Danarsih dengan nama orang tuanya H. Hadipriyono yang kemudian digabungkan. Orang-orang yang membuka usaha batik ini bisa disebut merupakan orang-orang yang paling berpengaruh di Solo, bahkan di Indonesia. Jika ditelusuri lagi, ternyata kakek buyut H. Santosa Doellah ialah alm. H. Bakri yang merupakan tokoh Sarekat Dagang Islam yang aktif di zaman pergerakan kemerdekaan nasional.

Pasangan H. Santosa Doellah dan Hj. Danarsih Santosa ini memulai usahanya dari industri batik rumahan. Mulanya, keduanya menjual batik dengan cara informal. Kebanyakan pelanggan di awal tahun 1970-an pun masih mengambil produk batik langsung di rumah Danarsih di Solo. Beberapa di antaranya membeli batik untuk kemudian dijual kembali.

Tidak hanya sekadar berdagang, pasangan suami istri ini juga aktif bergaul dengan sesama pengusaha batik. Keduanya juga aktif dalam Obligasi Batik yang didirikan oleh H. Bakri, salah seorang pendiri Sarekat Dagang Islam. Obligasi Batik ini sendiri didirikan dengan tujuan memecahkan monopoli yang tidak menguntungkan pada perdagangan bahan baku untuk industri batik.

Berkat kerja keras keduanya, Batik Danar Hadi pun mulai dikenal di luar Solo, bahkan mulai merambah pasar luar negeri. Hingga saat ini, Danar Hadi sudah mempunyai 25 toko cabang yang tersebar di Pulau Jawa dan luar Jawa. Dalam waktu dekat, Danar Hadi pun akan membuka sebuah toko untuk mengakomodasi wilayah Papua. Selain toko, di Solo, Anda juga bisa menemukan Museum Batik Danar Hadi Solo. Museum ini didirikan atas dasar kecintaan H. Santosa terhadap batik. Beliau sudah mengumpulkan berbagai macam koleksi batik, dari yang kontemporer hingga yang sudah berumur puluhan tahun.

Koleksi Batik Danar Hadi

Batik yang ditawarkan Danar Hadi ini sangat variatif, mulai dari cap, print, hingga tulis. Kebanyakan koleksinya mengadopsi motif khas batik Solo, misalnya saja motif batik Sidomukti, Sidoluhur, dan Sidomulyo, yang didominasi warna cokelat dan gradasi cokelat. Namun, ada pula batik dengan warna cerah yang tentunya menggunakan pewarna alami untuk melengkapi koleksinya serta memenuhi kebutuhan pasar.

Kain batik yang diproduksi Danar Hadi ini kemudian disulap menjadi aneka produk fashion, misalnya pakaian wanita, pria, dan anak-anak. Belakangan ini Batik Danar Hadi Solo juga meluncurkan produk pakaian muslim serta aneka pakaian dengan desain sporty, tetapi tetap elegan. Ada pula dress batik dengan desain yang amat modern, misalnya saja model off the shoulder dress. Dengan begitu, batik pun jadi terasa jauh dari kesan kuno dan membosankan.

Semua koleksi Batik Danar Hadi juga dikenal memiliki kualitas unggulan karena dibuat dari kain atau bahan terbaik. Tak heran jika harganya menjadi sedikit lebih mahal dibandingkan dengan harga batik yang ada di pasar tradisional. Namun, untuk tampil trendi saat kondangan atau di Hari Batik Nasional, tidak ada salahnya untuk membelinya, bukan?

Memuat Data...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*