Musik

Pernah membayangkan bagaimana seandainya musik tidak tercipta di dunia ini? Mungkin tidak ada tari atau dansa yang tercipta. Tak ada lagi hiburan untuk jutaan manusia. Tak ada lagi yang bisa digunakan untuk memperbaiki mood saat sedang berada dalam mobil dan terjebak macet. Meski hanya berupa susunan suara yang mengandung irama dan akhirnya membentuk sebuah lagu, musik ternyata punya arti bagi kehidupan.

Sejarah

Belum ada data penelitian yang dapat menunjukkan sejak kapan secara persisnya manusia mulai mengenal hal ini. Namun, diyakini seni ini hadir bersamaan dengan kebutuhan komunikasi manusia. Manusia dipercaya mendapat inspirasi komunikasi dari alam, misalnya dari kicau burung, lalu mulai menggunakan ranting kayu dan apa pun yang ada di alam sebagai perlengkapan demi dapat menyampaikan sesuatu.

Pada abad Pertengahan, seni ini pun berkembang. Tidak lagi hanya digunakan untuk kepentingan keagamaan dalam gereja-gereja, tetapi mulai digunakan sebagai sarana hiburan. Akhirnya, sekitar tahun 1500, musik gereja mengalami kemunduran. Uniknya, penciptaan alatnya justru mulai banyak dilakukan. Misalnya, saja Bartolomeo Cristofori yang mulai membuat piano pada tahun 1720. Dari organ dan piano, lahirlah banyak musik instrumental yang fenomenal pada zamannya.

Kesenian ini pun terus berevolusi mulai dari jenis klasik, romantik, hingga modern. Jika sebelumnya seni ini lebih berfokus pada penyampaian perasaan dan permainan dinamika, di era modern, perkembangan seni ini amat dipengaruhi oleh kemunculan teknologi baru, seperti radio, televisi, dan film. Oleh karena itu, seni ini pun mulai digunakan sebagai media mengungkapkan sesuatu secara bebas. Tak hanya perasaan, tetapi juga pemikiran, bahkan kritikan.

Kategori Alat Musik

Seiring dengan berkembangnya musik, alat-alatnya pun menjadi semakin beraneka ragam. Jenis alatnya dapat dikategorikan dari beberapa hal, yakni dari sumber bunyinya, dari cara memainkannya, dan dari fungsinya. Dari sumber bunyinya, alat-alatnya menjadi terbagi menjadi aerophone atau udara, idiophone atau logam dan kayu yang dipukul, membranophone atau dari getaran kulit, chordophone atau dari petikan dawai, serta electrophone atau rangkaian elektronika dalam alat musik. Dari cara memainkannya, terdapat beberapa jenis alat musik, yaitu dengan cara tiup (seruling, dsb.), petik (gitar, dsb.), gesek (biola, dsb.), tekan (piano, dsb.), dan pukul (drum, dsb.).

Lalu, alat musik juga dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya. Ada alat yang fungsinya untuk menciptakan untaian nada atau melodi sebuah lagu, misalnya seruling, saksofon, pianika, dsb. Ada pula yang berfungsi untuk menciptakan paduan nada (akor) saat dimainkan, misalnya gitar, piano, dll. Tak hanya itu, ada juga yang berfungsi menciptakan irama (ritme) saat dimainkan, misalnya: gendang, drum set, bass, dsb.

Nah, jika sedang mencari rekomendasi dan ulasan tentang alat musik yang dikeluarkan berbagai macam brand, silakan kunjungi Beli.com. Hanya Beli.com yang dapat memenuhi kebutuhan review produk yang lengkap, update, dan akurat!