GoPro

Dewasa ini kebutuhan berfoto tidak hanya muncul saat jalan-jalan biasa saja. Banyak orang yang juga ingin mengabadikan momen luar biasa mereka, entah saat melakukan olahraga atau kegiatan ekstrem lainnya. Sayangnya, tidak semua kamera dapat memenuhi kebutuhan foto ekstrem ini. Kebanyakan kamera akan mudah rusak jika terkena guncangan atau benturan. Selain itu, kamera biasa memiliki dimensi yang besar dan cukup berat untuk dibawa ke mana-mana. Peluang inilah yang ditangkap oleh perusahaan GoPro, Inc. yang kemudian mencetuskan teknologi kamera yang tahan banting pada tahun 2002 yang diberi nama kamera GoPro.

Awal Berdirinya GoPro

GoPro bisa dibilang sedang berada dalam puncak popularitas. Produk kameranya yang tahan banting, tetapi juga menghasilkan kualitas gambar yang bagus sedang menjadi incaran banyak orang, terutama para olahragawan, traveler, bahkan petualang. Namun, di balik itu semua, tak banyak yang tahu bagaimana jatuh bangunnya Nicholas Woodman dalam mendirikan perusahaan pemroduksi kamera ini.

Woodman dikenal sebagai pemuda dengan latar belakang keluarga yang berkecukupan. Ia tinggal di perumahan daerah elit di Silicon Valley. Prestasinya juga biasa-biasa saja. Alasannya untuk berkuliah di jurusan seni visual University of California pun sederhana, karena tempatnya dekat dengan laut dan ia bisa berselancar sepuasnya di sana. Usai kuliah, ia pun mendirikan perusahaan marketing bernama FunBag. Sialnya, perusahaan ini tak bertahan lama dan akhirnya bangkrut.

Di masa-masa sulitnya, Woodman malah berlibur ke Australia dan Bali selama lima bulan dan memuaskan diri berselancar. Di sinilah inspirasi kamera GoPro lahir. Kala itu, ia ingin mengabadikan momen berselancarnya dengan mengikatkan sebuah kamera di lengannya. Tetapi hal itu ternyata sulit dilakukan. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk membuat kamera tangguh yang dapat dipasang di bodi pengguna saat renang atau berselancar

Produk GoPro

Produk yang pertama kali tercipta adalah GoPro Hero 35mm, sebuah kamera dengan ukuran kecil yang masih menggunakan film ASA 400. Meski demikian, kehadiran kamera ini cukup pencuri perhatian mereka yang gemar berolah raga ekstrem sebab kamera ini memiliki berbagai macam mounting atau bantalan sehingga dapat direkatkan papan surfing, papan skateboard, sepeda, dan sebagainya.

Menyadari minat yang cukup tinggi, perusaaan ini pun terus berinovasi, dari yang tadinya masih memakai film ASA 400, menjadi kamera digital yang bahkan bisa merekam gambar dengan kualitas HD (High Definition). Dengan kualitas yang sedemikian bagus, harga GoPro juga terbilang variatif, tergantung seri dan spesifikasinya. Produk yang dihasilkan pun tak hanya kamera, melainkan juga drone dan berbagai macam aksesoris kamera. Hingga akhirnya, inovasi yang dilakukan perusahaan ini tidak sia-sia. GoPro pun tercatat telah menjual sebanyak 2,3 juta unit kamera pada tahun 2012. Bahkan pada Juni 2014, perusahaan ini sudah bernilai sekitar USD 2,95 miliar.

Nah, apakah Anda juga tertarik membeli kamera jenis ini? Sebaiknya, baca dulu review GoPro di Beli.com untuk mendapatkan informasi mengenai harga dan spesifikasi tiap varian produknya. Dengan demikian, Anda dapat membandingkan kualitasnya dan tidak menyesal di kemudian hari.